HOME > Aktualitas > Kabar Terkini > Bagaimana Cara Mangrove Menyimpan Banyak Karbon?

Bagaimana Cara Mangrove Menyimpan Banyak Karbon?

Rehabilitasi ekosistem mangrove pesisir yang berperan dalam menyimpan karbon biru dan mitigasi perubahan iklim
0:00/0:00

MANGROVEMAGZ. Mangrove menyimpan banyak karbon melalui mekanisme alami yang terjadi pada batang, akar, daun, serasah, dan sedimen di kawasan pesisir. Kemampuan ini membuat ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Efek dari perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini mendorong masyarakat dunia untuk berupaya mengurangi dampaknya. Berbagai cara dapat dilakukan, seperti mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang menghasilkan gas rumah kaca, beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan, serta melakukan pelestarian lingkungan sebagai ekosistem penyimpan karbon dan berbagai upaya lainnya.

Salah satu upaya tersebut adalah melalui pelestarian dan rehabilitasi lingkungan sebagai ekosistem penyimpan karbon. Proses ini berlangsung melalui mekanisme fotosintesis yang dilakukan oleh pohon-pohon di ekosistem tersebut, yaitu proses penyerapan karbon dioksida dari atmosfer yang kemudian diubah menjadi biomassa, sementara sebagian lainnya tersimpan di dalam tanah atau sedimen.

Salah satu ekosistem yang banyak direhabilitasi untuk membantu mengurangi dampak perubahan iklim adalah mangrove. Hal ini dikarenakan berbagai penelitian menunjukkan bahwa mangrove sebagai sebuah ekosistem memiliki kemampuan yang sangat besar dalam menyimpan karbon.

Ekosistem mangrove memiliki kemampuan tiga hingga lima kali lebih besar dalam penyimpanan karbon, baik pada bagian tubuhnya maupun di sedimennya. Kemampuan tersebut menjadikan mangrove sebagai salah satu ekosistem yang berperan penting dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus sebagai penjaga dan garda terdepan wilayah pesisir.

Ekosistem mangrove memiliki mekanisme yang berbeda dalam penyimpanan karbonnya. Selain penyimpanan karbon yang ada di bagian tubuhnya, mangrove memiliki mekanisme penyimpanan yang lain. Mangrove memiliki ekosistem yang mengalami fase pasang dan surut dalam hidupnya, di mana hal tersebut membuat keadaan substrat atau sedimen menjadi anaerobik, yang berarti memiliki sedimen yang rendah oksigen.

bagaimana-cara-mangrove-menyimpan-banyak-karbon2

Upaya rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir.

Pada lingkungan yang memiliki kandungan oksigen rendah, proses penguraian serasah oleh mikroba berlangsung lebih lambat. Kondisi tersebut menyebabkan proses dekomposisi berjalan lebih lama sehingga emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer menjadi lebih kecil.

Selain itu, sedimen dengan kandungan oksigen rendah juga mampu menyimpan karbon dalam bentuk material organik yang tertimbun di ekosistem mangrove. Timbunan material organik tersebut dapat tersimpan selama ratusan hingga ribuan tahun.

Hal tersebutlah yang menjadikan ekosistem mangrove sebagai salah satu ekosistem karbon biru yang mampu menyimpan karbon lebih besar dibandingkan ekosistem lainnya.

Mangrove menyimpan karbon tidak hanya melalui pertumbuhan pohon di atas permukaan tanah, tetapi juga melalui sistem akar yang rapat dan kemampuan sedimennya menahan material organik. Akar mangrove membantu menangkap lumpur, serasah daun, ranting, dan bahan organik lain yang terbawa pasang surut. Seiring waktu, material tersebut tertimbun dan menjadi bagian dari simpanan karbon di kawasan mangrove.

Karena itu, kerusakan mangrove dapat berdampak besar terhadap pelepasan karbon yang sebelumnya tersimpan di dalam ekosistem. Ketika kawasan mangrove ditebang, dikeringkan, atau dialihfungsikan, sedimen yang sebelumnya rendah oksigen dapat terbuka dan mempercepat proses penguraian bahan organik. Kondisi ini berpotensi melepaskan kembali karbon ke atmosfer.

Dengan memahami cara mangrove menyimpan karbon, masyarakat dapat melihat bahwa pelestarian mangrove bukan hanya soal menjaga garis pantai dari abrasi. Lebih dari itu, mangrove juga berperan sebagai benteng alami perubahan iklim, habitat keanekaragaman hayati, serta ruang hidup penting bagi masyarakat pesisir.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim, penting bagi kita untuk tetap menjaga dan melestarikan lingkungan yang melalui mekanisme alaminya mampu menyimpan karbon penyebab perubahan iklim.

Melalui upaya rehabilitasi dan konservasi ekosistem mangrove, diharapkan mitigasi perubahan iklim dapat terus dilakukan sehingga dampak yang ditimbulkan tidak semakin besar dan dapat diminimalkan bagi kehidupan manusia maupun lingkungan.

Peran ini membuat mangrove penting untuk terus dijaga melalui rehabilitasi, pemantauan, dan edukasi masyarakat. Semakin baik kondisi ekosistem mangrove, semakin besar pula peluang karbon tersimpan secara alami sekaligus menjaga pesisir dari abrasi, gelombang, dan penurunan kualitas lingkungan.

Dengan menjaga mangrove tetap sehat, simpanan karbon alami dapat bertahan lebih lama dan manfaatnya terus dirasakan oleh lingkungan pesisir. (ADM).

(Sumber foto: IKAMaT).