HOME > RISET > Mahasiswa UNDIP Ciptakan Donat Mangrove Anti Kanker dan Tepung Mangrove Berprotein Tinggi

Mahasiswa UNDIP Ciptakan Donat Mangrove Anti Kanker dan Tepung Mangrove Berprotein Tinggi

MANGROVEMAGZ. Adalah Luri Nurlaila Syahid dan Eldita Amalia, keduanya merupakan Anggota KeSEMaT FPIK UNDIP yang berhasil menciptakan Donat Jeruju (Doju) anti kanker dan Tepung Ketapang (Tepang) berprotein tinggi. Seperti diketahui, Jeruju atau nama ilmiahnya Acanthus ilicifolius dan Ketapang atau nama ilmiahnya Terminalia catappa merupakan mangrove asosiasi yang tumbuh berdampingan dengan tumbuhan mangrove di ekosistem pesisir yang terkena pasang surut.

Doju diciptakan Luri beserta rekan-rekannya yang menambahkan campuran donat dengan ekstrak daun Jeruju yang mengandung senyawa glukosida, alkanoid, flavonoid dan steroid. Menurut para ahli, senyawa flavonoid memiliki aktivitas pencegah kanker dan anti bakteri.

Sementara itu, Tepang diciptakan oleh Eldita dengan timnya yang mencoba menghadirkan tepung mangrove dengan kadar protein tinggi. Hasil uji nutrition facts menunjukkan bahwa Tepang memiliki kadar protein hingga 32 gram atau sekitar 64% untuk kemasan 150 gram.

“Penemuan mereka luar biasa. Kedua produk mereka juga sangat inovatif, maka tak heran apabila keduanya lolos PKM-K dari DIKTI, dua tahun berturut-turut. Mbak Luri di tahun 2015, sementara itu, Eldita pada tahun kemarin (2016 – red),” jelas Bifa A. Manuhuwa, Presiden KeSEMaT.

Kedepannya, selain masih terus dikembangkan penelitiannya, KeSEMaT juga akan membantu pendistribusian dan pengembangan pemasarannya.

“Semoga akan sepopuler Mbak Jamat dan Mas Bamat yang sudah dahulu dikenal banyak orang. Doju sudah dipasarkan di kampus UNDIP sendiri, juga sudah dikirim ke Yogyakarta dan Solo. Omsetnya lumayan baik. Untuk Tepang sendiri, juga sudah berkoordinasi dengan warga binaan KeSEMaT di Semarang untuk pengembangan variasi produknya dari tepung berprotein tinggi ini,” jelasnya lebih lanjut.

Eldita memegang buah Ketapang sebagai bahan baku Tepang-nya.

Bifa juga berharap, kedepan, semoga saja kedua produk inovatif dari organisasinya ini akan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat dikembangkan menjadi sebuah solusi alternatif, terutama dalam pemenuhan bahan pangan bagi masyarakat luas.

“Sekali lagi, dua penemuan kami ini menunjukkan kalau mangrove tak bisa lagi disepelekan. Pemenuhan protein bagi tubuh manusia, juga pencegah kanker bagi manusia adalah dua bukti nyata bahwa mangrove merupakan SDA yang istimewa. Semoga dengan demikian, akan banyak lagi produk-produk serupa yang makin menunjukkan eksistensi mangrove selain sisi ekologinya sebagai pencegah abrasi, penangkal tsunami dan lain-lain. Saat ini, kami juga mengembangkan Mangrove Natural Products atau Manprod yang akan kami kembangkan mulai tahun ini,” pungkasnya.

(Sumber foto: 1, 2).

Dadang Farista

Kudus – Semarang – Tembalang.