HOME > EVENT > Mahasiswa Universitas Parahyangan Tanam 1000 Bibit Mangrove di Pulau Pramuka

Mahasiswa Universitas Parahyangan Tanam 1000 Bibit Mangrove di Pulau Pramuka

MANGROVEMAGZ. Sebuah pergerakan pelestarian lingkungan dari mahasiswa Universitas Parahyangan (Unpar) kembali digelar. Dengan mengangkat tema Wisata yang Berwawasan Lingkungan Berdasarkan Pengabdian Masyarakat/Community Based Ecotourism, Parahyangan Green Challenge (PGC) 2015 mengambil Kepulauan Seribu sebagai lokasi utama penyelenggaraan acara (2-4/8/15).

Tujuan yang hendak dicapai oleh PGC 2015 adalah mengembangkan wisata alam Kepulauan Seribu yang ramah lingkungan sehingga dapat menarik minat dari para turis, baik lokal maupun internasional sembari menikmati keindahan alam, dapat melakukan aktivitas pelestarian lingkungan, seperti penanaman pohon serta dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal melalui pengelolaan kebersihan wisata alam.

PGC 2015 yang bertarafkan internasional ini melibatkan 50 orang yang terdiri dari mahasiswa Unpar dan mahasiswa internasional yang terpilih melalui tahap seleksi, komunitas lingkungan hijau serta para pembicara, yang terdiri atas Gloria Marcella, Morgen Wiria sebagai Founder PGC dan Glow For Indonesia, Siwi Nugraheni, SE., M. Env sebagai perwakilan dari Unpar, Ranitya Nurlita dari HiLo Green Ambassador, Kamila Andini sebagai Produser Film Dokumenter Eko-wisata, Vanessa Letizia dari Greeneration Indonesia serta Gracia Paramitha sebagai Global Youth Advisor UNEP.

Carlos Roberto Morgen Wiria sebagai Ketua PGC 2015 mengungkapkan telah melakukan persiapan acara ini, dimulai sejak awal Agustus 2014 dan telah melewati berbagai tantangan dimulai dari pengumpulan dana dan membangun kepercayaan masyarakat lokal di Kepulauan Seribu, namun semuanya dapat berjalan dengan lancar, juga berkat kerja sama tim kepanitiaan PGC 2015 yang kompak dan bertanggung jawab.

Acara PGC 2015 dibuka secara resmi pada hari Minggu (2/8/15) bertempat di Unpar, Bandung dengan pemaparan materi dan sharing dari setiap pembicara untuk membekali para peserta mengenai ecotourism dan kondisi dari Kepulauan Seribu.

Tema PGC 2015 tahun ini adalah Community Based Ecotourism, Wisata yang Berwawasan Lingkungan Berdasarkan Pengabdian Masyarakat.

Pada hari Senin (3/8/15), para peserta berangkat dari Pelabuhan Marina Ancol menuju destinasi pertama, yaitu Pulau Pramuka untuk melakukan penanaman 1000 mangrove jenis Bakau yang bekerja sama dengan Komunitas KeSEMaT dari Undip dan disponsori oleh klikhotel.com serta didukung oleh Bupati Kepulauan Seribu

Kemudian perjalanan berlanjut menuju Pulau Payung untuk melakukan pembersihan pesisir pantai melalui sosialisasi kepada masyarakat lokal yang ikut didukung oleh Ketua RT setempat, untuk bersama-sama memilah dan memindahkan sampah organik dan anorganik di lokasi yang telah ditentukan.

Pada pagi hari, Selasa, (4/8/15), para peserta mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Pulau Tidung untuk mencari tahu keadaan dan potensi yang dapat dikembangkan terutama yang berhubungan dengan kebersihan wisata alam.

Siang harinya, para peserta melakukan presentasi langsung kepada Bapak Lurah, empat Kepala RW dan 29 Kepala RT yang dilaksanakan di Balai Lurah Pulau Tidung, untuk bersama-sama berdiskusi mengenai solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kebersihan dan pesona dari wisata alam Pulau Tidung.

Sebelum menanam mangrove, para peserta berkesempatan bertemu dengan para pejuang lingkungan yang inspiratif.

Panitia PGC 2015 menyadari bahwa acara yang berlangsung selama dua hari di Kepulauan Seribu ini tidaklah cukup, namun harapannya melalui segelintir mahasiswa yang mau peduli terhadap kebersihan dan kelestarian wisata alam Kepulauan Seribu ini, dapat terus berkesinambungan dan memberikan dampak perlahan kepada para masyarakat lokal dan wisatawan asing yang berkunjung.

Segenap keluarga PGC juga turut mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementrian Pariwisata Indonesia, Pemerintah Kepulauan Seribu, Komunitas Lingkungan yang telah ikut mendukung dan menghadiri rangkaian acara ini. Harapannya PGC dapat terus memberikan dampak positif di bidang lingkungan untuk Indonesia yang lebih baik.

(Sumber foto: Panitia PGC).

Distance is just a test to see how far love can travel 💖 — 🏠 DPS