HOME > MAGZROVER > Perburuan Lutung Jawa di Muara Gembong Masih Marak

Perburuan Lutung Jawa di Muara Gembong Masih Marak

MANGROVEMAGZ. Masih tingginya tingkat perburuan liar di Indonesia dan status hukum serta perundang–undangan yang masih sangat lemah, membuat sejumlah satwa asli maupun endemik Indonesia masuk kedalam status hampir punah. Seperti halnya berbagai satwa di Muara Gembong, Bekasi.

Muara Gembong terletak di sebelah utara kota Bekasi, yang memiliki kondisi alam liar dan belum banyak dijejaki oleh manusia. Sebagian besar wilayahnya adalah hutan mangrove dan hutan rawa, yang cocok untuk habitat satwa liar.

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, ada tujuh satwa yang dilindungi oleh Undang–Undang di wilayah Muara Gembong, yaitu Lutung Jawa, Babi Rusa, Kucing Hutan, Buaya Muara, Lutung Emas, Makaka, dan beberapa jenis Burung yang masuk ke dalam kategori hampir punah. Satwa liar lainnya adalah Berang–berang, Ular, Biawak, dan Musang.

Lokasi habitat Lutung Jawa.

Di lokasi tersebut, sering terjadi perburuan liar. Salah satu satwa yang sering diburu adalah Lutung Jawa. Padahal, Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) dikategorikan sebagai satwa terancam punah oleh IUCN Red List.

Bahkan, Lutung Jawa juga masuk kedalam perlindungan Undang–Undang Negara, yaitu Kepmen Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 733/Kpts-II/1999 yang menetapkan bahwa Lutung Jawa adalah satwa yang tergolong dilindungi, karena jumlah dan keberadaannya sudah jarang dijumpai di Pulau Jawa.

Tidak hanya satwanya saja, hal lain yang perlu diperhatikan adalah “rumah” dari satwa tersebut. Meskipun satwa tidak diburu, tetapi jika hutan mangrove dirusak, tentu saja akan berdampak pada kelangsunga hidup satwa liar yang ada.

Melihat kondisi tersebut di atas, maka Bekasi Green Attack (komunitas lingkungan di Bekasi – red) dan Elkail Muara Gembong (organisasi lingkungan di Muara Gembong – red) tidak tinggal diam. Mereka bergerak menyelamatkan Lutung Jawa.

Tak hanya itu, kedua organisasi yang juga mempunyai gerakan bernama #savemugo ini, juga bekerja sama untuk melakukan kegiatan yang bertujuan untuk menjaga, menyelamatkan flora dan fauna yang ada di Muara Gembong, Bekasi.

Mereka melakukan sosialisasi ke masyarakat setempat dan membuat papan peringatan pelarangan berburu satwa liar di hutan mangrove Muara Gembong.

Namun, walaupun sudah dipasang peringatan tersebut, saat ini masih saja ada oknum yang berani berburu di wilayah tersebut. Pada tanggal 1 Mei 2014, seekor Lutung Jawa tewas terkena tembakan pemburu.

Menurut kesaksian dari salah seorang warga dan juga koordinator Elkail Muara Gembong, yaitu Samba, Lutung Jawa yang menjadi korban pemburu tersebut tewas karena terkena dua luka tembakan di kaki dan matanya.

“Kejadiannya itu, sekitar pagi pukul 09:00 WIB. Saya sedang berada di kecamatan, tiba-tiba teman saya bernama Zaenal memberitahu kepada saya sambil membawa karung penuh darah yang berisi Lutung, dan dia menjelaskan kepada saya bahwa ada warga yang menembak Lutung. Pelaku bernama Jenal (35) memberikan alasannya bahwa ia tidak sengaja menembak Lutung. Awalnya ia mau menembak Burung, tapi malah terkena Lutungnya. Namun, dari jasad Lutung yang dibawa sama Zaenal, saya lihat ada empat bekas luka tembak, dikaki dan mata.”

Kondisi Lutung Jawa yang tewas terkena tembakan pemburu.

Samba berharap dengan adanya kejadian ini bisa menjadi introspeksi maupun koreksi, “Padahal tanda dilarang berburu sudah dipasang dimana-mana, tetapi nyatanya masih ada saja warga ataupun warga dari luar Muara Gembong masih berburu satwa-satwa liar yang ada di sini. Ini tandanya, saya bersama tim Elkail serta Komunitas Bekasi Green Attack harus lebih gencar lagi menyosialisasikan tentang larangan berburu ke warga sekitar, agar nantinya jika ada warga sekitar ataupun dari luar Muara Gembong datang ke sini untuk berburu, bisa sama-sama saling menjaga atau mengingatkan, dan sanksi adat akan segara kami terapkan juga di sini, nantinya. Terakhir yang paling penting adalah peran serta Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi yang harus ikut serta menyosialisasikan hal ini,” terangnya.

Bagi Anda yang berdomisili, atau pernah berkunjung ke hutan mangrove di Muara Gembong, diharapkan untuk ikut menjaga dan melestarikan, baik flora maupun fauna yang ada, serta mendukung gerakan-gerakan yang digalakan oleh kedua organisasi tersebut, dalam upaya menjaga kelestarian alam di Muara Gembong.

(Sumber artikel/foto: A/1, 2, 3).

Ganis Riyan Efendi
Pemred di MANGROVEMAGZ. I am mangrovepreneur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *