HOME > MANGROVE > Widuri, Si Perdu Anti Kanker

Widuri, Si Perdu Anti Kanker

MANGROVEMAGZ. Tahukah Anda, bahwa Widuri atau biasa disebut Biduri – bernama ilmiah Calotropis gigantea -, adalah salah satu jenis mangrove asosiasi berbentuk semak yang memiliki khasiat luar biasa sebagai obat anti kanker! Kanker atau biasa disebut tumor oleh sebagian masyarakat kita, adalah benjolan pada tubuh yang tumbuh secara tidak normal dari sel-sel jaringan yang berubah menjadi sel kanker.

Penyakit ini disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat, seperti kurangnya mengkonsumsi sayuran hijau, seringnya mengkonsumsi makanan berlemak, makanan yang tersimpan lama di kulkas, stres, kebiasaan merokok dan minum alkohol, dan penyakit karena hubungan seksual.

Berbagai macam penelitian gencar dilakukan guna menghambat pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2012, dapat diketahui bahwa prevalensi kanker mencapai 4,3 : 1.000 orang, yang sebelumnya 1 : 1.000 orang. Bahkan WHO memprediksi akan terjadi peningkatan penderita kanker pada tahun 2030, hingga sebesar 300 persen.

Indonesia merupakan negara tropis dengan keanekaragaman hayati yang melimpah. Hutan mangrove adalah salah satu hutan tropis yang menyimpan berjuta manfaat secara ekologis, biologis, dan ekonomis. Salah satunya Widuri.

Tentang Widuri
Widuri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai tumbuhan perdu berbatang dan daunnya hijau keputihan karena buku-bukunya kasar, bergetah, bunganya ungu kemerah-merahan yang tumbuh di dekat pantai.

Selanjutnya, menurut Noor, et al. (1999) ciri umum dari tumbuhan Widuri, yaitu memiliki ketinggian mencapai 3 m dan terdapat getah pada batangnya. Daunnya dilapisi rambut-rambut halus berwarna putih dengan ujung membundar, mahkota bunga dan kelopak berwarna ungu, buah bulat dengan biji didalamnya, dan mudah sekali ditemukan di sekitar tambak dan sungai.

Widuri mengandung senyawa bioaktif, seperti alkaloid, karbohidrat, glycoside, tanin, protein dan asam amino, flavanoid, saponin, sterol, senyawa asam, resin, peroxid dan polyuronoid (Kumar, et al., 2013). Beberapa senyawa tersebut berpotensi memiliki aktivitas anti kanker (Pandian, et al., 2012).

Senyawa bioaktif merupakan komponen yang berasal dari bahan alami dan terbukti secara ilmiah memiliki efek positif terhadap kesehatan, salah satunya untuk mencegah penyakit kanker (Wahyuni, et al., 2006).

Kandungan fitokimia dalam daun Widuri, seperti asam fenolik, polifenol, flavonoid, flavonol, terpenoid, vitamin C, vitamin E, karotenoid, asam fenolik, fitat dan fitoestrogen mampu menekan aktivitas radikal bebas sehingga menghambat mekanisme kerusakan sel (Srivastava, 2012). Kandungan senyawa bioaktif tersebut berada pada bunga, daun, dan akar Widuri (Patel, et al., 2014).

Penelitian Widuri
Penelitian ini juga diperkuat oleh Wong, et al. (2011) dengan melakukan uji in vitro ekstrak metanol daun Widuri yang memiliki kemampuan menghambat sel kanker manusia, dimana < 50% diantaranya sel kanker MCF-7, MDA-MB-231, Hela, HT-29, SKOV-3 dan Hep G2.

Negara India juga telah memanfaatkan Widuri sebagai penghambat penyakit kusta, eczema, sifilis, penyakit kaki gajah, koreng, dan batuk (Mathen, et al., 2011 dalam Priya, et al., 2015).

Mangrove merupakan tumbuhan yang memiliki bioprospeksi sebagai bahan alami obat-obatan di masa mendatang, sehingga perlunya eksplorasi dan penelitian lebih lanjut terhadap spesies mangrove lainnya, mengingat Indonesia memiliki keanekaragaman hayati mangrove yang cukup tinggi.

Selain itu, informasi mengenai manfaat mangrove sebagai bahan alami obat-obatan juga perlu untuk disebarluaskan, sehingga masyarakat akan lebih familiar dan mau memanfaatkan Widuri sebagai tanaman obat tradisional, seperti layaknya di India.

(Sumber foto: 1).

Dadang Farista
Kudus - Semarang - Tembalang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *