HOME > MANGROVER > Sang Merah Putih Berkibar di Maroon Mangrove Edu Park

Sang Merah Putih Berkibar di Maroon Mangrove Edu Park

MANGROVEMAGZ. Pagi itu (17/8), suara derap langkah kaki para Mangrover bermula dari GSG UNDIP, Semarang. Waktu menunjukkan pukul 06.00 WIB, dan mereka sudah siap dengan seragam lumpurnya. Mengenakan topi, celana olahraga, kaos dan sepatu boot, mereka nampak bersiap mengikuti Upacara Mangrove Merdeka yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71.

“Yang mengadakan Yayasan IKAMaT, bekerjasama dengan KeSEMaT, KeMANGTEER dan CV. KeMANGI. Acara ini melibatkan peserta dari komunitas lingkungan di Semarang dan masyarakat umum. Pesertanya ada yang diundang, ada juga yang datang sendiri secara sukarela. Kami mencatat ada sekitar 80-an lebih yang akan mengikuti upacara, nanti,” terang Tito Barudin, selaku Ketua Panitia.

“Kegiatan diawali dengan TM yang dilakukan di kantor kami. Selanjutnya, hari ini, kami melaksanakan upacara bendera di Maroon Mangrove Edu Park (MEP),” jelas Tito lebih lanjut.

Menurut Tito, ini sudah kelima kalinya KeSEMaT menyelenggarakan upacara di lumpur mangrove. Yang berbeda, kali ini pesertanya lebih banyak dan selepas upacara akan dilanjutkan dengan penanaman 71 bibit mangrove sebagai sebuah simbolisasi HUT RI ke-71.

“Awalnya, IKAMaT dan KeSEMaT akan menyelenggarakan di lokasi yang terpisah di Semarang. Namun, setelah dikoordinasikan, kami sepakat untuk menyelenggarakannya menjadi satu tempat, satu konsep, yang didukung juga oleh PT. Phapros dan Penerbad. Kebetulan juga, IKAMaT ada program launching Pengembangan Mangrove MEP. Jadi klop. Oh, ya, pesertanya ada yang dari Solo. Mereka dari Subuh berangkat ke Semarang demi mengikuti aksi ini. Terharu,” kisah Tito.

Perjalanan menuju Maroon MEP ditempuh kurang lebih satu jam menggunakan motor dan mobil. Setelah sampai di lokasi, panitia meminta peserta untuk melakukan pembukaan di sebuah gazebo yang tempatnya berada di dalam Maroon MEP, di tengah kawasan mangrove.

“Mangrove belum merdeka, tapi kita harus optimis untuk memerdekannya,” ujar Novian, perwakilan KeSEMaT saat diminta untuk menyampaikan sambutannya.

Acara dibuka dengan sambutan dari KeSEMaT, Yayasan IKAMaT, PT. Phapros dan Kelompok Tani Mangrove Mekar Tani Lindung (METAL).

Cahyadi, dari Yayasan IKAMaT menyampaikan bahwa pihaknya bersama dengan PT. Phapros sudah sejak dari tahun 2011 menanam mangrove di Maron. Dia merasa senang karena sekarang ini, lokasi yang dulunya gersang sudah nampak hijau kembali bahkan mampu menjadi area ekowisata mangrove yang terbukti dapat menyejahterakan warga sekitar.

Kemeriahan selepas upacara. Sang Merah Putih berkibar di lahan mangrove.

“Kami dan Phapros akan terus mengupayakan pengembangan Maroon MEP. Kedepannya, akan ada beberapa fasilitas lagi yang dibangun di sini, agar lokasi di sini semakin lengkap fasilitasnya, sehingga akan semakin membuat nyaman pengunjung yang berwisata ke¬†mangrove edu park ini,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan upacara di mangrove, yang diawali dengan gladi bersih. Prosesi upacara berlangsung sangat khidmat, layaknya upacara di lapangan biasa.

Peserta upacara masuk ke lumpur mangrove hingga pinggang orang dewasa. Kondisi badan yang tenggelam di lumpur berair, tak menyurutkan aksi mereka dalam mengibarkan sang Merah Putih.

“Merinding lihat upacara tadi. Semuanya khidmat. Ada Pak Komandan dari Penerbad juga, yang ikut bantu koordinasi di upacara kali ini. Pak Faisal, Dirut Yayasan IKAMaT sendiri yang langsung menjadi pembina upacaranya,” jelas Tito.

Selepas upacara, dilakukan penanaman mangrove jenis Rhizophora yang berjumlah 71 buah bibit di sekitar lokasi upacara.

Tanam mangrove 71 buah, sebagai simbol 71 Indonesia merdeka.

“Bibit didapat dari bantuan kelompok METAL, lalu PT. Phapros dan Penerbad membantu kami dalam hal lokasi kegiatan dan juga publikasi acara. Ada banyak pers yang hadir di acara ini, baik pers lokal maupun nasional,” terang Tito.

Para peserta yang rata-rata baru pertama kali ikut upacara di lumpur mangrove ini terlihat sangat antusias mengikuti acara demi acara.

“Baru pertama banget dan gemeteran, tadi waktu hormat sama bendera. Nggak masalah nyemplung-nya, malah seru abis. Jadi, makin cinta banget sama mangrove, juga Indonesia. Bagus banget acara ini, mau lagi ikutan tahun depan,” ujar Aul, salah satu peserta.

Acara ditutup dengan prosesi perang lumpur, bersih diri dan penutupan oleh panitia. Diah Istantri, selaku perwakilan CSR dari PT. Phapros menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Maroon MEP selain menghijaukan pesisir Semarang, juga untuk mencegah abrasi pantainya. Selain itu, kawasan ini menjadi ekowisata alternatif yang menarik di Semarang dan mengkampanyekan penyelamatan mangrove,” terangnya. “Terima kasih kepada semua peserta upacara yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. Semoga ini menjadi inspirasi,” pungkasnya.

(Sumber foto: KeSEMaT, dokumentasi pribadi).

Admin MANGROVEMAGZ | Majalah Mangrover Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *