HOME > MAGZROVER > Long Holiday in Mangrove Conservation Park, Rembang, Central Java

Long Holiday in Mangrove Conservation Park, Rembang, Central Java

MANGROVEMAGZ. Taman konservasi mangrove adalah salah satu tempat yang saya kunjungi ketika ke rumah nenek yang berada di kota Rembang, Jawa Tengah di Hari Raya Idul Fitri saat Lebaran kemarin. Tujuan awal memang bersilaturrahim ke sanak saudara yang berada di Rembang, karena memang disinilah tanah kelahiran ayah saya.

Kesan pertama di kota yang mendapatkan julukan Rembang Bangkit ini adalah panas. Mungkin dikarenakan lokasi kota ini yang berdekatan dengan pantai utara Jawa. Hari pertama di kota Rembang, saya manfaatkan untuk bersilaturrahim ke rumah nenek dan sanak saudara serta teman-teman waktu kecil, yang sampai sekarang masih tetap menjaga tali silaturrahim diantara kami.

Eits, jangan berpikir kalau saya berangkat sendirian, yah? Saya berangkat dari kota Kudus bersama keluarga dengan menggunakan mobil dan satu sepeda motor. Keluarga saya hanya satu hari di sana, sedangkan saya dan Uswah, adik perempuan saya, masih berada di kota ini. Selain untuk bersilaturrahim, kami memang berniat untuk berlibur.

Keesokan harinya, kami mulai menyusun rencana untuk mengunjungi beberapa lokasi wisata yang berada di kota ini. Karena kurang tahu tentang keberadaan beberapa lokasi wisata di Rembang, maka saya mengajak sepupu untuk menjadi tour guide, kali ini. Ok, kenalan dulu sama sepupu saya. (He… he… he….).

Mas In, Ida, Afif, Uswah (adek).

Rencana pertama, kami akan mengunjungi Taman Konservasi Mangrove yang berlokasi di Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Siang itu, sekitar pukul 10.00 WIB, kami berangkat menggunakan sepeda motor. Beruntung, saat itu jalanan masih lengang sehingga kami bisa cepat sampai di lokasi tanpa harus terjebak kemacetan.

Jembatan merah, Taman Mangrove Rembang, Jawa Tengah.

Udara yang sangat panas tidak mengurangi semangat kami untuk menuju ke lokasi Taman Konservasi Mangrove. Kurang lebih 20 menit, kami tiba di lokasi. Tak ada tiket masuk untuk memasuki lokasi ini, kita cukup membayar uang parkir dan masuk secara gratis.

Dari parkiran menuju ke Taman Konservasi Mangrove ini, kami harus berjalan kaki melewati hamparan ladang pembuatan garam kira-kira 300 meter.

Bayi mangrove.

Kalian pasti tahu kan, bagaimana panasnya udara di ladang pembuatan garam, yang mana panasnya melebihi area persawahan? Hah! Panas banget dan membuat kita dehidrasi karena tidak membawa air minum.

Papan peringatan dilarang berburu dan menebang pohon di kawasan mangrove.

Ladang pembuatan garam telah terlewati dan sampailah di Taman Konservasi Mangrove yang mana lokasi ini banyak di kunjungi kawula muda untuk berfoto atau sekedar menikmati pemandangan laut yang ada di sini.

Ketika memasuki lokasi ini, kita sudah disambut dengan papan larangan dan nama lokasi ini. Lokasi ini sebenarnya seperti hutan mangrove yang ada di daerah lain, yang membuat beda dari lokasi ini adalah jembatan merah yang ada di tengah-tengah hutan mangrove.

Jembatan kayu ini mengarah ke utara laut Jawa, dan ujung dari jembatan ini adalah gazebo besar sebagai tempat berteduh untuk melihat pemandangan laut utara pulau Jawa.

Papan nama Taman Mangrove, Rembang.

Ketika kami amati, ada beberapa binatang laut yang bersembunyi di bawah akar mangrove, seperti ular dan ubur-ubur. Entah memang sudah menjadi habitat mereka (?), atau hanya untuk menyambut kedatangan saya (?) (Plak).

Karena capek dan kepanasan, akhirnya kami beristirahat sejenak dan duduk di atas jembatan tersebut. Dan tak lengkap sepertinya, jika ada pemandangan bagus dibiarkan begitu saja. Sayang bukan? Kami pun berpose ria, membidik berbagai moment yang menurut kami bagus. Entah bagi pemirsa? (He… he….).

Berpose ria, di kawasan mangrove Rembang.

Kami berempat sangat menikmati suasana hutan mangrove yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia ini. Sambil berjalan menuju ujung jembatan, tour guide kami tak mau kalah dan ingin juga difoto (Ha… ha… ha.).

Senang sekali bisa mengunjungi Taman Konservasi Mangrove di daerah Rembang ini, karena lokasi ini belum banyak yang tahu. Jika Anda berkunjung ke lokasi ini, siapkan makanan ringan dan minuman yang cukup, agar Anda tidak dehidrasi, akibat panasnya udara menuju lokasi ini.

Rembang, terkenal dengan jembatan merah di Taman Mangrove Pasar Banggi.

Ada baiknya, Anda berkunjung ke sini saat sore hari, sambil menunggu sunset tiba. Semoga bisa menjadi inspirasi wisata Anda.

NB: Mohon maaf jika hasil fotonya kurang jernih, karena memakai kamera handphone 2 mega pixel.

(Sumber foto: dokumentasi pribadi).

Yasir Yafiat
Travel blogger and graphic designer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *