HOME > MANGROVER > Sejarah Salam MANGROVER!, Salam Wajibnya Mangrover

Sejarah Salam MANGROVER!, Salam Wajibnya Mangrover

MANGROVEMAGZ. Apabila Anda termasuk salah seorang pemerhati dunia mangrove, mangroving dan mangrover di Indonesia, tentu saja Anda tak akan asing lagi dengan sebuah salam yang begitu terkenal dan telah menjadi trade mark mereka, yaitu Salam MANGROVER!


Sebenarnya, (1) bagaimanakah asal usul salam ini dan (2) bagaimana pula mesti menjawabnya? Untuk menanggapi hal ini, maka di bawah ini adalah artikel mengenai Salam MANGROVER! yang kini begitu populer, itu.

Salam MANGROVER! Dengan teknik penulisan Salam (S huruf kapital) dan MANGROVER (semua huruf kapital) yang ditambahkan tanda seru (!) diciptakan oleh pendiri KeSEMaT, yaitu Aris Priyono.

Menurut informasi yang kami dapatkan dari Anggota KeSEMaT (KeSEMaTER – red), salam ini, pertama kali “dipergunakan” oleh KeSEMaT, pada masa pemerintahan Presiden KeSEMaT IV, yaitu Aris Kurniawan periode 2004/2005.

Waktu itu, salam ini sengaja diciptakan untuk mempererat tali persaudaraan antara KeSEMaTER satu dengan KeSEMaTER lainnya, sekaligus penyemangat bagi para KeSEMaTER, saat bekerja di pesisir.

Menjawab pertanyaan kedua, maka jawaban dari Salam MANGROVER! ini adalah Semangat MANGROVER!. Apabila Anda ingin menuliskannya untuk menjawab Salam MANGROVER!, maka Semangat MANGROVER! juga memiliki teknik penulisan yang sama, yaitu Semangat (S huruf kapital) dan MANGROVER (semua huruf kapital) yang ditambahkan tanda seru (!).

Presiden KeSEMaT, Dinuarca E. W.
Presiden KeSEMaT, Dinuarca E. W.

Jawaban Salam MANGROVER! ini, berarti setiap kali kita mendengar para KeSEMaTER menyampaikan salam mangrovenya, maka kita diharapkan agar mampu menyemangati diri kita sendiri untuk berjuang tanpa henti dalam melawan para perusak ekosistem mangrove di Indonesia dan berbagai belahan dunia.

Mengingat perkembangan sekarang, maka, ternyata Salam MANGROVER! dan jawabannya, yaitu Semangat MANGROVER!, ternyata tidak hanya dipakai dan digunakan oleh KeSEMaTER saja, melainkan telah diadopsi dan dipakai oleh semua lapisan masyarakat yang juga memiliki semangat yang sama dengan KeSEMaT.

“Tentu saja, hal ini semakin membuat kami senang dan bangga, karena berhasil menginspirasi orang lain untuk lebih peduli dengan mangrove melalui Salam MANGROVER!,” ungkap Dinuarca, Presiden KeSEMaT saat ditemui di kantornya.

“Selain itu, perubahan “cara pandang masyarakat” ini semakin membuat kami bangga, karena pada akhirnya tujuan awal KeSEMaT tercapai, yaitu agar kata MANGROVER mampu “dimiliki” oleh setiap sanubari masyarakat kita, agar cinta dengan mangrovenya. Kata MANGROVER yang dulu identik dengan Anggota KeSEMaT, sekarang ini sudah semakin menipis dan berubah pengertiannya menjadi setiap orang yang mencintai dan menyayangi mangrove dan mau berjuang untuk menyelamatkannya. Sementara itu, niche kata MANGROVER yang dulu identik dengan KeSEMaT, sekarang ini sudah tergantikan dengan kata KeSEMaTER,” tambahnya.

Hal ini berarti, Salam MANGROVER! tak hanya boleh digunakan untuk menyapa sesama KeSEMaTER saja, tetapi sangat dianjurkan bagi siapapun di luar KeSEMaTER, seperti Komunitas Relawan Mangrove KeSEMaT bernama KeMANGTEER (KeSEMaT Mangrove Volunteer – red) yang ingin menggunakannya untuk mempererat tali silaturahmi diantara sesamanya, sekaligus menyemangati dirinya sendiri, dalam upaya penyelamatan mangrove.

Jadi, jangan ragu lagi. Begitu ada para KeSEMaTER, KeMANGTEER dan MANGROVER bahkan siapapun saja di sekitar Anda, yang secara tiba-tiba menyapa Anda dengan Salam MANGROVER!, maka segeralah jawab dengan Semangat MANGROVER!

(Sumber foto: KeSEMaT).

Annisa P. Gunawan
Traveller, love nature.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *