HOME > EVENT > Gelar Green Belt Conservation 2016, HIMASPER IPB Tanam 1500 Bibit Mangrove di Subang

Gelar Green Belt Conservation 2016, HIMASPER IPB Tanam 1500 Bibit Mangrove di Subang

MANGROVEMAGZ. Mahasiswa Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK, IPB beserta para peserta Green Belt Conservation 2016 menunjukkan geliatnya dalam dunia konservasi mangrove. Kegiatan Green Belt Conservation atau biasa disingkat GBC, diprakarsai oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan dalam rangka melestarikan lingkungan, khususnya ekosistem mangrove.

Sabtu, 10 September 2016 telah dilaksanakan rangkaian Hari Pertama kegiatan GBC 2016. Rangkaian Hari Pertama GBC terbagi kedalam dua acara dengan dua tempat berbeda, yakni Pembekalan yang bertempat di ruang MSPi, Dept. MSP, FPIK, IPB dan “GBC HIMASPER IPB Goes to School” yang bertempat di SDN Mayangan, Subang, Jawa Barat.

Peserta yang mengikuti pembekalan ini berjumlah 63 orang. Kegiatan Pembekalan diberikan kepada para peserta GBC Mangrove 2016 sebagai langkah untuk mengenalkan mangrove dengan lebih baik dan intens, serta memberikan pemahaman pentingnya untuk menjaga mangrove.

Acara ini diisi oleh Dr. Ir. Fredinan Yulianda, M.Sc yang bertindak sebagai pemateri. Beliau menyampaikan banyak hal mengenai kondisi mangrove saat ini, pandangan masyarakat terhadap mangrove, keuntungan yang diperoleh dari pohon mangrove, serta strategi dalam penanaman mangrove.

Cukup banyak pertanyaan yang dilontarkan dari para peserta, sehingga semakin menambah seru kegiatan pembekalan yang dimulai pukul 08.00 WIB, hingga selesai pada pukul 11.45 WIB.

Acara ini banyak diikuti oleh berbagai kalangan mahasiswa yang bergerak dibidang pelestarian lingkungan. Selain itu, juga beberapa mahasiswa juga merupakan anggota pelestari mangrove di daerah mereka masing-masing.

Acara lainnya yang bertempat di Subang, GBC HIMASPER Goes to School, merupakan suatu bentuk aksi sosial dan lingkungan dengan edukasi sejak dini mengenai peduli mangrove. Baik dari perkenalan mangrove, manfaat mangrove, serta cara melestarikan mangrove.

Hal ini mendapat respon positif dari adik-adik SDN Mayangan, yang sangat antusias selama menjalani specialists mangrove.

Minggu, 11 September 2016 telah berlangsung rangkaian acara hari kedua GBC Mangrove, yang bertempat di desa Legon Wetan, Subang. Acara puncak ini diikuti oleh 62 peserta, 39 panitia, dan 25 warga setempat.

Sebelum acara puncak ini berlangsung, tim GBC terlebih dahulu melakukan kegiatan GBC goes to school di SD N Mayangan, dengan menyosialisasikan apa itu mangrove, manfaat mangrove, cara melestarikan mangrove, dan bagaimana memanfaatkannya dengan arif dan bijaksana.

4b
Peserta GBC Mangrove melakukan penanaman mangrove.

Wayang golek digunakan sebagai peraga dalam sosialisasi ini, dimana hal ini bertujuan agar anak-anak lebih mencintai budaya lokal dan budaya hidup hijau.

Para peserta GBC berkumpul dengan tepat waktu di ATM Centre IPB. Peserta terbagi kedalam tiga kelompok yang diberangkatkan menggunakan dua bus.

Peserta GBC berasal dari berbagai daerah, beberapa diantaranya, ialah Jakarta, Depok, Purwokerto, Malang, Gorontalo, bahkan dari Australia, Swedia, dan Belanda.

Selain itu, para peserta juga berasal dari beberapa universitas berbeda, yakni UNM Malang, UNG Gorontalo, UI Depok dan peserta lainnya dari IPB Bogor dan sekitarnya.

Antusias para peserta sangat luar biasa, terlihat dari jam kehadirannya yang tepat waktu serta dapat mengikuti arahan, peraturan, dan susunan acara yang telah ditentukan pihak panitia.

Bus berangkat sekitar pukul 01.00 WIB dari Bogor dan tiba di Subang sekitar pukul 04.00 WIB. Setibanya di Subang, peserta muslim langsung dimobilisasi untuk melaksanakan sholat subuh di masjid terdekat, dilanjutkan dengan mengendarai mobil pick up menuju ke lokasi penanaman.

 Miss Earth, Luisa Andrea, dan Miss Ecotourism, Hanni Wulandri Dharma juga ikut menanam mangrove. (Foto: Dokumentasi pribadi).
Miss Earth, Luisa Andrea, dan Miss Ecotourism, Hanni Wulandri Dharma juga ikut menanam mangrove.

Acara dimulai pukul 07.00 WIB, diikuti oleh sambutan Bapak Karnoto selaku perangkat desa, dimana harapan beliau ialah agar GBC ini terus berlanjut.

Kemudian, dilanjutkan sambutan dari ketua pelaksana GBC Mangrove 2016, yakni Ekanaz Yunizar, dan sambutan dari ketua Himasper, M. Ihsan Rifqi. Selain itu dilakukan pula tribute untuk Alm. Ciputra sebagai salah satu pelopor pelaksanaan acara GBC di Legon Wetan.

Penanaman bibit mangrove dilaksanakan mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, dimana kegiatan ini diikuti oleh Miss Earth, Luisa Andrea, dan Miss Ecotourism, Hanni Wulandri Dharma, serta rekan-rekan dari IMARF (Indonesian Mangrove Restoration Foundation), suatu lembaga yang fokus dalam usaha-usaha konkrit pelestarian konservasi mangrove secara berkelanjutan.

Jumlah bibit mangrove yang ditanam peserta ialah 1000 bibit, sedangkan 500 bibit ditanam dengan bantuan warga sekitar.

Para peserta tidak hanya melakukan penanaman mangrove, namun diikuti pula dengan proses pendataan diameter, tinggi bibit, jumlah daun (jika ada), panjang daun terkecil, dan panjang daun terbesar pada bibit mangrove, yang diarahkan oleh pihak panitia. 

Peserta GBC Mangrove nampak menanam bibit mangrove jenis Rhizophora. (Foto: Dokumentasi pribadi).
Peserta GBC Mangrove nampak menanam bibit mangrove jenis Rhizophora.

Pendataan ini dilakukan sebagai dasar dalam pemantauan keberhasilan proses konservasi mangrove yang ditanam.

Selanjutnya, dilakukan pengenalan maskot yang baru pertama kali hadir pada GBC tahun 2016, yaitu “Bruggy”, serta diikuti oleh presentasi singkat yang dibawakan oleh Miss Earth, Luisa Andrea.

Selain itu, acara ini tidak akan sukses tanpa adanya sponsor dari PEMSEA (Partnerships in Environmental Management for The Seas of East Asia) yang merupakan program kemitraan daerah yang dilaksanakan oleh United Nations Development Programme (UNDP) dan dilaksanakan oleh kantor PBB dalam layanan proyek.

Pemsea bergerak pada bidang tata kelola pesisir dan laut, perlindungan habitat, restorasi dan manajemen.

Salah satu bagian acara yang cukup menyita perhatian peserta ialah talk show oleh IMARF yang dimoderatori oleh Ari Sahdad (MSP 50).

Hasil dari penanaman 1500 bibit mangrove di pesisir Subang, Jawa Barat.

Selama talk show berlangsung, para peserta sangat antusias dan mengajukan beberapa pertanyaan yang menarik.

Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang telah memenangkan lomba Instagram Competition diumumkan pula dalam acara puncak GBC.

Pemenang lomba adalah para peserta lomba dengan kategori kreatif yang dimenangkan oleh @moh_irfan_a, kategori like terbanyak dimenangkan oleh @alkancut, dan kategori upload terbanyak dimenangkan oleh @potret_jeha.

Acara ditutup pukul 15.00 WIB, diikuti sesi foto bersama panitia, peserta, dan pengisi acara. Selanjutnya peserta dimobilisasi ke bus, untuk kembali ke Bogor.

Harapan kami, semangat konservasi ini dapat menginspirasi dan “menular” kepada pihak lain agar melakukan hal yang sama atau bahkan dapat melakukan hal yang jauh lebih baik dari kami.

Semoga langkah kecil kepedulian kami terhadap lingkungan ini, dapat berdampak besar bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Konservasi.

(Sumber foto: dokumentasi pribadi).

Gatot Prayoga
Majalengka – MSP 51 IPB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *